Syeh Jangkung

 

 

 

 

Syeh Jangkung

Setelah bebarapa jam saridin melihat dan mendengarkan apa yang dilakukan petinggi miyono kepada istri saridin yang berujung pada pemerkosaan atau pemaksaan,saridin pun akhirnya tidak tega melihat sang istri tercinta yang di kejar-kejar petinnggi miyono,serentak saridin keluar dari kamar untuk menolong istrinya.tetapi apa yang terjadi…saridin tidak berniat untuk marah kepada petinggi miyono ,dengan sebuat tonggkat kecil (istilah jawa cengkal lawang saridin bermaksud untuk memberikan cenggkal lawang tadi kepada petinggi miyono,akhirnya petinggi miyono lari terbirit birit.anak saridin momok pun menangis Gerang,lalu saridin mengambil momok dan memnciumnya karena rasa terenyuh dan kangen yang begitu mendalam kepada momok,saridin meneteskan air mata.dengan kejadian itu saridin sangat memuji istrinya karena dialah orang yang dia sayangi ,orang yang sabar menghadapi cobaan,saying pada suami lebih lebih bertanggung jawab dalam membimbing anaknya.tetapi pertemuan saridin dan istrinya itu tidak berlangsung lama,karena saridin masih dalam posisi tahanan,akhirya dia kembali lagi ke kabupaten pati untuk kembali ke penjara.disamping itu saridin sudak menduga karena pulangnya kerumah dengan bertemu petinggi miyono dirumahnya sudah barang tenti akan menimbulkan laporan petinggi miyono kepada bupati pati.untuk menghindari hal itu saridin pun cepat cepat untuk kembali ke pati agar bias mendahului petinggi miyono.sesampai di penjara tidak lama lagi petinggi miyono pun sampai ke kabupaten dan segera melaporkan kejadian yang dia lihat di rumah saridin.tetapi apa yang terjadi,untuk membuktikan ucapan petinggi miyono dengan apa yang dilihatnya maka bupati pati memerintahkan prajurit untuk mengecek penjara tempat saridin.pergilah prajurit ke penjara dan kembali memberikan laporan kepada bupati bahwa saridin ternyata masih ada dipenjara.mendengar hal itu bupati pati sangat marah sekali kepada petinggi miyono,tetapi petinggi miyono tetap pada pendirianya bahwa yang dilihat nya dirumah saridin adalah tidak mengada ada.lalu bupati mengajak peinggi untuk melihat langsung ke penjara,dan ternyata apa yang dilaporkan prajurit memang benar.bupati semakin marah kepada petinggi miyono.dan petinnggi miyono pun tetap pada pendirianya dan berni dipecat apabila yang dilihat dirumah saridin tidak benar.tetapi bupati pati juga tidak tinggal diam dan langsung menghampiri saridin,dan bertanya apa sebenarnya yang terjdi.kareena kejujuranya saridin akhirnya mengakui dan membenarkn apa yang dilihat petinggi miyono adalah benar adanya.dan bupati pati baru percaya lalu bertanya lagi pada saridin kenapa dia melakukan hal itu tanpa seijin bupati.kembali saridin mengingat kana pa yang sudah pernah dikatakan bupati kepada saridin tetapi bupati lupa dengan ucapanya.apa yang pernah dikatakan bupati kepada saridin…? Yaitu dengn jelas dan gamblang bahwa saridin pernah mengajukan pertanyaan kepada bupati..apakan dengan dipenjarakannya saridin dia boleh pulang untuk menjenguk anak istrinya dirumah…? Bupati pati mengatakan boleh saja…kalau kamu bisa.secara logis bupati membolehkan pulang saridin kalau bisa itu sama artinya saridin tidak akan mungkin bisa keluar dari penjara dengan kuatnya besi penjara dan ketatnya pengamanan.tetapi justru itulah yang dibuat kunci atau jimat saridin yaitu ucapan boleh kalau kamu bisa.karena saridin merupakan kekasih allah tidaklah mustahil jika allah menghendaki untuk mengeluarkan saridin dari penjara….dengan pengakuan saridin yang gamblang tadi apa reaksi bupati pati kepada saridin…? Dan apa yang dilakukanya…?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Prambanan

 

 

 

 

Renovasi Prambanan

 

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Pada tahun 19021903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 19181926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993 [1].

Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.

Sekarang, candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m.

Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.

Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.

Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang.

Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.

Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Borobudur

 

 

 

Renovasi Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Liburan semester gasal

Liburan kemarin saya hanya dirumah membantu ibu aku untuk membersihkan rumah supaya rumahnya bersih dari kuman dan membantu ibu aku memasak walau pun rasanya hambar. Biasanya setelah membantu ibu aku, aku bermain dengan teman-teman aku di sana kami bercerita dan bersenda gurau, setelah bermain kita pulang ke ruamh masing-masing.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment